HU – Pikiran Rakyat (Selasa, 01 April 2008)

SENIN (31/3), Alun-alun Kecamatan Panjalu, Kab. Ciamis, terlihat semarak. Mereka bukan sedang kampanye Pilgub Jabar 2008, karena para perwakilan dari Keraton Cirebon dan Solo, ikut larut dalam acara tersebut.
Ternyata, kehadiran ribuan warga yang datang dari berbagai wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur itu, untuk mengikuti upacara adat Nyangku atau Nyaangan laku (menerangi laku) di Kecamatan Panjalu, Kab Ciamis. Kegiatan yang digelar secara turun-temurun pada setiap minggu ke-4 bulan Islam Maulud tersebut, diwujudkan dengan pencucian benda-benda pusaka leluhur warga Panjalu.
Benda pusaka utama tersebut merupakan warisan Prabu Sanghyang Borosngora Sanghyang Jampang Manggung, raja Islam pertama di Kerajaan Galuh. Menurut sesepuh warga Panjalu, Atong Tjakradinata, pedang panjang yang dicuci bukan senjata sembarangan. Senjata pusaka itu diyakini pemberian Sayyidina Ali bin Abi Thalib, khalifah ke-4 setelah Nabi Muhammad saw wafat. Read the rest of this entry »

