Hasrat Seksual dan Chatting

Desakan bawah sadar kadang demikian menghimpit, sehingga perlu di lepaskan secara bertahap dan teratur. Bila tidak, dihawatirkan akan mengalami stress bahkan lebih parah.

Salah satu himpitan bawah sadar yang sering mengalami kesulitan dalam melepaskannya adalah tekanan-tekanan dari hasrat seksual. Tekanan-tekanan hasrat (libido) seksual pada dasarnya bisa diekspresikan selain secara konvensional, bisa juga dilakukan secara non-verbal (ungkapan lisan). Karena adanya norma sosial, ekspresi seksual secara non-verbal ini biasanya dilakukan antar sesama jenis yang memiliki kedekatan emosial.

Kini setelah masyarakat mengenal teknologi informasi dan komunikasi via internet (cyber-space), maka ekspresi yang pada awalnya mengalami sekatan karena adanya norma-norma sosial (sebagai super ego dalam kesadaran intelek manusia) kini hambatan tersebut dapat diatasi. Pasilitas komunikasi tulis, lisan maupun visual melalui messenger (chatting, baik PM maupun di media room) memberikan kemungkinan pada setiap pemakainya untuk berkomunikasi secara bebas dan terbuka, karena identitas asli pemakainya terlindungi oleh Id messenger.

Bila kita menjenguk, dan mengamati tema pembicaraan dalam room (room non tematik) lebih mengarah pada ekpresi seksual ini, baik langsung maupun tidak. Terlepas dari efek psikologis lainnya, media ini bisa dijadikan wahana untuk melepaskan tekanan-tekanan hasrat seksual dari bawah sadar.

One thought on “Hasrat Seksual dan Chatting

  1. pow says:

    konon, seksualitas merupakan jalan penyingkapan diri paling sederhana. saat kesadaran mereduksikan diri pada sekedar tubuh.. dalam ruang maya kemudian persoalan identitas ketubuhan menjadi sedimikian tidak penting (pendek, pesek, ikal dan lain hal).orang berhadapan dengan suatu ruang yang mengesampingkan prasangka identitas {identitas keseharian menjadi kabur digantikan identitas sementara yang kita buat sendiri}. ekspresi purba yang seringkali terjegal norma-normapun mendapatkan ruangnya tak menghitung-ragu.hingga tak pelak ketika kita berhadapan dengan sebentuk ruang itu, arah pikir kita tak lain menuju pembebasan sisi-diri yang jarang terungkap seringkali..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s