Menengok ke Belakang…..

Entahlah, itu yang bisa ku katakan.

Dunia terus berputar, dan memang harus berputar, kalau pun aku tak merasakannya. Angin berhembus, kalau pun aku tak melihatnya, kecuali dalam goyang dedaunan. Seperti takdir dalam riak kehidupan manusia, tak terlihat, tak terwujud, hanya ada dalam ujaran orang-orang prustasi; ia ditemukan dalam pahit getirnya kehidupan.

Langkah demi langkah ayunan kaki dalam menapaki cerita kehidupan, seperti pelangi yang melengkung di tepian langit, penuh warna. Seperti goyang dan gerak penari, sarat dengan keindahan. Indah gemulai, tegas berisi. Setiap geraknya adalah detak nada dari alunan musik, dan alunan musiknya adalah semilir dari bisikan suara hati terdalam. Menghentak mengiringi, bergerak membayangi…

Suara kicau burung di kejauhan, terasa jauh, karena kita menganggapnya demikian. Telah lama suara alam pergi dari pori-pori dan tarikan nafas kita. Karena kita menafikannya. Dulu alam bergandengan dalam langkah seirama dengan kita, kini ia tegak berdiri di hadapan kita seperti musuh yang menantang perang…

Dunia terus berputar, tak peduli manusia menghendakinya atau pun tidak….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s